Empat Emas Para Tenis Meja, Optimis Target APG
Nakhon Ratchasima - Tim nasional para tenis meja Indonesia sukses meraih empat medali emas ASEAN Para Games (APG) sektor tunggal. Prestasi gemilang tersebut diraih di Korat Hall Central, Nakhon Ratchasima, pada Jumat, 23 Januari 2026.
![]() |
| Penampilan Yayang Gunaya dalam ajang para tenis meja ASEAN Para Games ke-13 Thailand, Jumat, 23 Januari 2026. (Foto: NPC Indonesia) |
Kontingen merah putih berhasil mengumpulkan sebanyak 4 emas, 6 perak, 17 medali perunggu secara keseluruhan sekarang. Komet Akbar dari nomor tunggal putra TT10, berhasil mengalahkan wakil Malaysia, Mohd Ariffin Mohd Syazreel Amri.
Komet, pria asal Kabupaten Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menang dengan skor 3-1 (8-11, 11-3, 11-6, 11-7). Selanjutnya, Yayang Gunaya berhasil mempersembahkan medali emas kedua melalui nomor tunggal putra TT4.
Atlet kelahiran 1 Mei 1996 itu mampu membalaskan dendamnya terhadap atlet tuan rumah, Wanchai Chaiwut, 11-8, 11-8, 13-11. Adapun dua emas berikutnya diraih Kusnanto dari nomor tunggal putra TT9 serta Hamida dari nomor tunggal putri TT8.
Kusnanto mengalahkan wakil Vietnam, The Tien Pham (3-1), sedangkan Hamida menyikat wakil tuan rumah, Sumalee Suangtho (3-0). Yayang merasa lega bisa mengalahkan Wanchai Chaiwut meskipun ia sempat kalah telak dalam fase penyisihan babak grup.
“Dari awal babak penyisihan, saya sebetulnya sempat kalah 0-3 dari Wanchai. Namun, begitu saya melaju ke babak selanjutnya, saya berusaha untuk mencapai final sekaligus membalaskan kekalahan itu,” kata Yayang Gunaya selaku peraih medali emas dari cabor para tenis meja.
Disisi lain, sang pelatih Bayu Widhie mengatakan hasil ini masih sesuai dengan jalur. Pencapaian target medali emas, masih terus diperjuangkan untuk Indonesia.
"Sampai sekarang, perolehan medali sudah sesuai proyeksi. Semoga nanti di sisa pertandingan, terutama di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, kami bisa menambah medali agar mencapai target,” kata Bayu Widhie, seraya menjelaskna 36 atletnya, kini masih mengejar tujuh medali emas tersisa.
Pertandingan ini merupakan pertemuan 12 bagi mereka berdua sehingga kekuatan serta kelemahan lawan sudah diketahui sekarang. Yayang berupaya tampil lebih tenang demi menjaga fokus permainan saat menghadapi tekanan tinggi dari ribuan suporter tuan rumah.
Sayangnya petenis meja unggulan Sella Dwi Radayana harus menyerah kalah dari atlet Gloria Gracia Wong Sze asal Malaysia. Sella harus puas dengan medali perak setelah melakoni pertandingan yang berlangsung sangat sengit hingga gim kelima kemarin.
“Sebelumnya, saya ingin memohon maaf karena gagal mendapatkan emas. Saya sudah berjuang maksimal, karena saya juga memiliki target untuk membawa pulang emas. Tetapi, saya harus legawa dan menerima kekalahan saya dari atlet Malaysia,” ucap Sella Dwi Radayana selaku atlet tunggal putri TT10.
Faktor kekuatan mental atlet diuji saat menghadapi poin kritis selama gim penentuan berlangsung pada pertandingan puncak final. Sella mengaku sering melakukan kesalahan teknis secara mandiri terutama saat ia berupaya mengantisipasi arah datang servis lawan.
Indonesia terus bersaing memperebutkan peringkat klasemen bersama Thailand dalam ajang olahraga disabilitas regional se Asia Tenggara edisi 13. Target medali emas ganda putra serta ganda campuran diharapkan segera menambah pundi perolehan medali secara kolektif.(*)
