Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Para Panahan Indonesia Raih Emas lewat Duel All Indonesian Final

Nakhon Ratchasima - Tim para panahan Indonesia berhasil menyabet medali emas setelah menciptakan duel sesama atlet nasional di Thailand. Prestasi gemilang tersebut terjadi dalam babak final nomor recurve open tunggal putra pada hari Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet panahan NPC Indonesia Kholidin (kanan) dan Setiawan (kiri) berselebrasi setelah berhasil mengalahkan pasangan atlet panahan Malaysia Muhammad Azaruddin bin mat dan Suresh Selvatamby pada laga final nomor recurve open ganda putra ASEAN Para Games 2025 di Training Field, Vongchavalitkul University Nakhon Rachatsima, Thailand, Jumat, 23 Januari 2026. Kholidin dan Setiawan berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pasangan Malaysia dengan skor 6-0. (Foto: NPC Indonesia/Yoma Times Suryadi)

Kholidin sukses mengalahkan rekan senegaranya yaitu Setiawan di Stadion Lapangan Mook Universitas Vongchavalitkul Nakhon Ratchasima Thailand. Kemenangan telak dengan skor tujuh berbanding tiga ini memastikan tim Merah Putih mengunci posisi juara satu dan dua.

“Kholidin dan Setiawan memang sudah sangat bagus sejak fase kualifikasi hingga eliminasi. Akhirnya, keduanya berhasil lolos ke final sekaligus menggaransi satu emas dan satu perak yang menjadi pembuka,” ujar Pelatih Para Panahan Indonesia Idya Putra Harjianto.

Selain nomor tunggal putra, duet Kholidin dan Setiawan juga berhasil mempersembahkan medali emas pada nomor ganda putra. Mereka tampil sangat dominan saat menundukkan pasangan asal Malaysia dengan skor enam kosong pada laga final yang menentukan.

Tim nasional Indonesia kini berambisi melampaui raihan tiga medali emas pada Pekan Paralimpiade ASEAN (ASEAN Para Games) 2022. Idya Putra Harjianto menyatakan bahwa performa para atlet sejauh ini memberikan harapan besar bagi pencapaian target medali tersebut.

“Semoga kesuksesan keduanya semakin menular karena kami masih memiliki lima laga final untuk memperebutkan medali emas. Target kami adalah melebihi pencapaian di ASEAN Para Games 2022 di Solo,” ujar Idya.

Mahda Aulia turut menyumbangkan satu medali perunggu setelah menumbangkan kompatriotnya yang bernama Riyanti Ananda pada nomor tunggal putri. Keberhasilan tersebut membuat perolehan medali tim Indonesia terus bertambah dalam ajang pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara.

“Pada Peparnas 2024 yang lalu, saya juga harus berjumpa dengan Setiawan. Secara kebetulan, skor akhirnya juga sama, 7-3. Selama ini, kami memang sudah berlatih secara maksimal. Kalau harus bertemu rekan senegara, ya kami bermain lepas saja, Alhamdulillah, saya yang mendapatkan rezeki meraih emas,” kata Atlet Para Panahan Indonesia Kholidin.

Kholidin menduduki peringkat pertama saat fase kualifikasi sehingga ia berada di bagan berbeda dengan Setiawan menuju babak final. Pertemuan kedua pemanah senior ini menjadi ulangan pertandingan final Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 yang berlangsung di Solo

“Saat harus berhadapan dengan Wawan, saya jadi bisa lebih santai dalam bertanding. Apalagi, kami setiap hari juga sudah sering berjumpa di latihan. Bahkan, saat bermain bersama di nomor ganda, kami juga sering kali bersaing untuk memberi poin semaksimal mungkin,” ujarnya.

Pemanah asal Pekalongan tersebut berharap Setiawan dapat terus berkembang sebagai sosok senior bagi atlet muda di masa depan. Kholidin yang kini berusia 47 tahun merasa sangat penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet para panahan nasional Indonesia.

“Untuk regenerasi, saya melihat Wawan sebagai sosok yang potensial. Dia memiliki keunggulan di aspek fisik. Saya yakin dia bisa menjadi tulang punggung Indonesia untuk beberapa tahun ke depan. Apalagi di usia yang lebih muda, kami sudah menyiapkan regenerasi,” ucapnya.

Tim Indonesia masih memiliki peluang menambah emas melalui aksi Teodora Audi Ayudia Ferelly pada nomor tunggal putri. Atlet Ken Swagumilang juga akan bertarung melawan wakil tuan rumah Thailand dalam babak final nomor compound open tunggal.

Pasangan Kholidin dan Noviera Ross akan bertanding pada laga final nomor recurve open campuran di Nakhon Ratchasima. Duet Arif Firmansyah dan Ken Swagumilang akan mengejar medali emas pada babak final nomor compound open ganda putra.(*)

Hide Ads Show Ads