Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Piala Afrika: Mali Singkirkan Tunisia Lewat Adu Penalti

 Drama 10 Pemain Bawa Eagles ke Perempat Final Piala Afrika Melawan Senegal

Para pemain Mali merayakan kemenangan pada laga babak 16 besar di Stadion Mohammed V, Casablanca [Foto: AFP]

Apsel : Tim nasional Mali menunjukkan kegigihan luar biasa untuk mengamankan tiket perempat final Piala Afrika (AFCON) setelah menundukkan Tunisia melalui drama adu penalti yang mendebarkan di Stadion Mohammed V, Maroko.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi skuat asuhan Tom Saintfiet. Bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, Mali berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu, sebelum akhirnya unggul 3-2 dalam sesi adu penalti.

Resiliensi di Tengah Tekanan

Pertandingan sempat tampak akan berakhir pahit bagi Mali ketika bek kanan mereka, Woyo Coulibaly, diganjar kartu merah langsung pada menit ke-26. 

Pemain asal klub Sassuolo tersebut diusir wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Hannibal Mejbri.

Meski unggul jumlah pemain, Tunisia baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-88 melalui sundulan pemain pengganti, Firas Chaouat. 

Gol tersebut sempat dirayakan meriah oleh mayoritas penonton di Casablanca yang mendukung sesama tim Afrika Utara.

Namun, drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Wasit asal Afrika Selatan, Abongile Tom, menunjuk titik putih setelah bek Tunisia, Yassine Meriah, melakukan handball di area terlarang. 

Penyerang Auxerre, Lassine Sinayoko, dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit ke-96, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Ketangguhan Djigui Diarra

Memasuki babak adu penalti, situasi sempat menegang bagi Mali ketika kapten mereka, Yves Bissouma, gagal mengeksekusi penalti pertama. Namun, kiper Djigui Diarra tampil sebagai pahlawan dengan mementahkan dua tendangan pemain Tunisia, termasuk upaya dari Elias Achouri dan Mohamed Ali Ben Romdhane.

El Bilal Toure akhirnya memastikan kemenangan Mali melalui tendangan penentu yang akurat, menebus kegagalannya pada fase grup sebelumnya.

"Kami menunjukkan karakter yang luar biasa hari ini. Bermain dengan sepuluh orang melawan tim sekelas Tunisia bukanlah hal mudah, tapi para pemain menolak untuk menyerah," ungkap perwakilan tim Mali dalam suasana kemenangan tersebut.

Menuju Tantangan Senegal

Kemenangan ini mengantarkan Mali ke babak perempat final yang akan digelar Jumat depan di Tangier. Mereka telah dinanti oleh raksasa Afrika Barat sekaligus juara bertahan 2022, Senegal, yang sebelumnya mengamankan posisi setelah mengalahkan Sudan 3-1.

Bagi Mali, hasil ini menjaga harapan mereka untuk meraih gelar juara Piala Afrika pertama kalinya dalam sejarah, meskipun tantangan berat di depan mata telah menanti di babak delapan besar.(*)

Hide Ads Show Ads