Boikot Tim-tim Afrika Warnai Kualifikasi Piala Dunia 1966
Swis: Kualifikasi Piala Dunia 1966 diwarnai boikot dan pengunduran diri. Setelah Afrika Selatan yang dilarang turun, seluruh 15 negara Afrika yang tersisa juga menarik diri.
Inggris terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 1966 dalam siding FIFA di Roma, Italia, pada 22 Agustus 1960. Mereka memenangi persaingan dengan Jerman Barat dan Spanyol yang kala itu juga sama-sama mengajukan diri untuk menggelar Piala Dunia.
Piala Dunia 1966 juga menjadi turnamen pertama yang digelar di negara yang ikut langsung dan terdampak oleh Perang Dunia II, sama seperti empat turnamen sebelumnya yang digelar di negara-negara yang tidak terlibat perang atau di negara netral (Brasil 1950, Swis 1954, Swedia 1958, dan Cili 1962).
Piala Dunia FIFA 1966 menampilkan 16 negara, dua di antaranya tidak melewati kualifikasi, yakni Inggris sebagai tuan rumah dan Brasil sebagai juara bertahan. Praktis, hanya 14 tempat yang tersedia dari kualifikasi dari lima konfederasi FIFA.
UEFA (Eropa), CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia), dan CONMEBOL (Amerika Selatan) menetapkan jumlah negara peserta Piala Dunia 1966 ditentukan dari dalam konfederasi. Sementara AFC (Asia), CAF (Afrika), serta Australia (Oseania) bersaing untuk satu tempat.
Tercatat 70 tim mendaftar untuk ikut kualifikasi namun hanya 51 yang akhirnya ikut turun di pertandingan-pertandingan pra-Piala Dunia 1966. Adapun FIFA menolak aplikasi dari Guatemala, Congo-Brazzaville (kini Kongo), dan Filipina untuk turun.
Babak kualifikasi Piala Dunia 1966 berlangsung setahun lebih, dari 24 Mei 1964 dan berakhir pada 29 Desember 1965. Seluruh 14 tempat untuk Piala Dunia 1966 – Inggris dan Brasil tidak ikut – diperebutkan melalui kualifikasi dengan komposisi sebagai berikut:
Eropa (UEFA): 10 tempat – satu lolos langsung (Inggris) sedangkan sembilan lainnya diperebutkan oleh 31 negara karena Suriah mundur sebagai bentuk dukungan terhadap tim-tim Afrika
Amerika Selatan (CONMEBOL): 4 tempat – satu lolos otomatis (Brasil), sementara tiga lainnya diperebutkan sembilan tim
Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF): 1 tempat, diikuti 10 tim
Afrika (CAF) dan Asia (AFC): 1 tempat, hanya diikuti dua tim setelah boikot negara-negara Afrika, plus dicoretnya Afrika Selatan dan mundurnya Korea Selatan
UEFA, CONMEBOL, dan CONCACAF masing-masing sudah dijamin oleh FIFA terkait jumlah tempat untuk Piala Dunia. Sementara, CAF dan AFC memiliki jumlah tempat yang dijamin, sedangkan CAF dan AFC harus bertanding dalam babak play-off untuk menentukan konfederasi mana yang akan diwakili.
Kontroversi dari Afrika
Seluruh 15 negara asal benua Afrika serentak menarik diri sebagai bentuk protes terhadap FIFA karena tidak mengizinkan mereka untuk lolos langsung.
Afrika Selatan – yang pada 1958 sudah didepak dari CAF karena kebijakan politik apartheid alias perbedaan warna kulit – juga tidak diizinkan FIFA untuk mengikuti kualifikasi dengan alasan serupa.
Sebelumnya, tercatat 21 negara asal Afrika, Asia, dan Australia (konfederasi OFC belum terbentuk hingga 1966) yang mendaftar untuk kualifikasi, dengan komposisi Australia, 17 negara Afrika, dan tiga dari Asia.
Namun karena Afrika Selatan dan Kongo dicoret dan sisa 15 negara Afrika lainnya memboikot, serta Korea Selatan akhirnya juga mundur karena alasan kesulitan logistik usai lokasi pertandingan dipindah dari Jepang ke Kamboja, praktis tinggal Korea Utara dan Australia yang tersisa.
Belakangan terungkap, negara-negara Afrika melakukan boikot bukan karena tidak ada satupun wakil yang diloloskan langsung melainkan juga karena masalah kompetitif dan logistik.
CAF kemudian juga “mengancam” FIFA untuk mundur lagi di kualifikasi Piala Dunia 1970. Tetapi pada 1968, dari hasil pemungutan suara diputuskan bila FIFA akan menjamin satu tempat otomatis lolos untuk negara-negara Afrika mulai Meksiko ’70 dan seterusnya.
Format Kualifikasi dan 16 Tim yang Lolos
CAF dan AFC
Tim lolos (1): Korea Utara
Sebelum 15 negara Afrika itu mundur, FIFA telah membuat sistem yang terdiri dari enam grup dengan tiga diisi oleh dua negara dan tiga lainnya berisi tiga negara. Para pemenang grup tadinya akan saling diadu (1 vs 5, 2 vs 4, dan 3 vs 6) dan pemenangnya akan menghadapi juara grup Asia/Oseania untuk satu tiket ke Piala Dunia 1966.
Namun karena tinggal menyisakan Korea Utara dan Australia, maka praktis tinggal keduanya yang bertanding. Korea Utara berhasil mengalahkan Australia dalam dua leg sehingga berhak ke Inggris ’66.
CONCACAF
Tim lolos (1): Meksiko
Karena FIFA menolak aplikasi Guatemala, praktis tinggal sembilan negara yang bersaing. Mereka dibagi menjadi tiga grup, dengan pemenang masing-masing grup bersaing di sebuah grup final untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 1966.
Meksiko akhirnya berhak mewakili CONCACAF setelah di grup final mengantongi poin terbanyak, 7, hasil dari tiga kali menang dan sekali imbang. Meksiko menyingkirkan Kosta Rika dan Jamaika.
CONMEBOL
Tim lolos (4): Brasil, Uruguai, Cili, Argentina
Karena Brasil sudah lolos sebagai juara bertahan, sembilan tim CONMEBOL yang tersisa dibagi menjadi 3 grup yang masing-masing terdiri dari 3 tim, dan saling berhadapan dua kali (kandang dan tandang). Tim teratas dari setiap grup lolos.
Uruguai, Cili, dan Argentina akhirnya mendampingi Brasil sebagai wakil CONMEBOL di Piala Dunia 1966. Cili harus melewati laga play-off melawan Ekuador setelah poin mereka di Grup 2 sama.
UEFA
Tim lolos (10): Inggris, Bulgaria, Jerman Barat, Prancis, Portugal, Swis, Hungaria, Uni Soviet, Italia, Spanyol
Inggris lolos otomatis sebagai tuan rumah dan 30 tim Eropa lainnya ikut serta dalam kualifikasi. Mereka bergabung dengan Israel dan Suriah, meskipun Suriah kemudian mundur. Tim-tim tersebut dibagi menjadi 9 grup - empat grup berisi 3 tim dan lima grup berisi 4 tim. Penarikan diri Suriah membuat Grup 9 hanya berisi 2 tim.
Hanya para juara grup yang berhak mendampingi Inggris sebagai wakil Eropa pada Piala Dunia 1966. Namun, dua grup harus menjalani play-off untuk menentukan pemenang grup.
Di Grup 1, Belgia dan Bulgaria memiliki poin yang sama sehingga pertandingan play-off di tempat netral dimainkan untuk menentukan siapa yang akan lolos. Bulgaria memenangi pertandingan dengan skor 2–1.
Di Grup 9, Republik Irlandia dan Spanyol memiliki poin yang sama, dan pertandingan play-off di tempat netral dimainkan untuk menentukan siapa yang akan lolos. Spanyol memenangi pertandingan dengan skor 1–0.
Statistik Singkat
Total, 127 pertandingan tersaji sepanjang kualifikasi Piala Dunia 1966 dengan 393 gol yang tercipta atau rata-rata 3,09 gol per laga. Penyerang Portugal berdarah Mozambik, Eusebio, menjadi pencetak gol terbanyak, tujuh. Bagi Portugal dan Korea Utara, Inggris ’66 menjadi debut mereka di Piala Dunia.(*)
