Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Danielle Perkins TKO Kennally untuk Rebut Gelar Juara Dunia WBA

Jakarta Petinju Amerika Serikat Danielle Perkins mencetak technical knockout (TKO) atas Che Kenneally untuk merebut gelar juara dunia kelas berat ringan putri World Boxing Association (WBA) di Little Caesars Arena, Michigan, Amerika Serikat.

Poster juara dunia kelas berat ringan putri World Boxing Association (WBA) yang dipublikasikan dalam laman WBA yang dipantau di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

"Perkins merebut gelar juara dunia pertamanya dalam usia 43 tahun dan memantapkan dirinya sebagai kekuatan di kelas 175 pon," kata WBA dalam lamannya yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak ronde pertama. Perkins langsung mengambil inisiatif serangan dan menunjukkan keunggulan fisik serta pengalaman bertandingnya.

Tekanan konstan yang dia lancarkan membuat Kenneally kesulitan menemukan ritme, meski sang juara bertahan berusaha mengandalkan kecepatan dan pergerakan kaki untuk menghindari serangan.

Namun, dominasi Perkins terlihat jelas seiring berjalannya waktu, terutama dalam duel jarak dekat yang menjadi kunci pertarungan.

Laga akhirnya berakhir pada 1:45 ronde keenam, ketika kombinasi pukulan keras Perkins kembali mendarat telak dan membuat Kenneally tak mampu melanjutkan perlawanan.

Mantan pemain bola basket profesional itu menerapkan rencana permainan yang disiplin, memadukan pergerakan maju yang stabil dengan agresi yang terukur.

Sejak ronde-ronde awal, Perkins secara konsisten memojokkan Kenneally ke sudut ring dan sepanjang tali, memaksa pertukaran pukulan yang lebih menguntungkan kekuatannya sebagai penantang.

Momen penentuan tersebut merupakan akumulasi dari tekanan tanpa henti yang terus diberikan Perkins sepanjang laga. Terjebak di sepanjang tali ring dan menerima serangkaian pukulan telak tanpa balasan yang berarti, Kenneally akhirnya berada dalam posisi rentan

Melihat kondisi tersebut, wasit tidak memiliki pilihan lain selain menghentikan pertandingan demi keselamatan petinju Australia itu.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting dalam karier Perkins. Di usia 43 tahun, ia meningkatkan rekornya menjadi enam kemenangan dan satu kekalahan dan akhirnya meraih gelar juara dunia pertamanya, sebuah bukti ketekunan dan ketangguhan setelah perjalanan panjang di dunia olahraga profesional.

Gelar ini juga menegaskan status Perkins sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kelas 175 pound putri.

Sementara itu, kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam karier profesional Kenneally. Petinju yang sebelumnya tak terkalahkan itu kini harus menerima kenyataan pahit dengan rekor berubah menjadi 5-1, sekaligus kehilangan sabuk juara dunia yang baru dia raih tahun lalu.(*)

Hide Ads Show Ads