Infantino Ungkap Seluruh Tiket Pertandingan Piala Dunia 2026 Ludes Terjual
Jakarta : Presiden FIFA Gianni Infantino mengklaim seluruh tiket pertandingan Piala Dunia 2026 dipastikan akan terjual habis (sold-out), meski turnamen tersebut baru akan dimulai pada 12 Juni mendatang dan tiket masih tersedia dalam tahap penjualan berikutnya.
“Permintaannya ada. Setiap pertandingan terjual habis,” ujar Infantino dalam wawancara dengan CNBC yang dikutip pada Kamis.
Infantino menyebut antusiasme publik terhadap edisi perdana Piala Dunia dengan 48 tim itu sangat luar biasa.
Menurutnya, dalam empat pekan saja, FIFA menerima 508 juta permintaan tiket untuk sekitar tujuh juta tiket yang tersedia. Pada fase penjualan utama Januari lalu, permintaan datang dari lebih dari 200 negara.
“Kami belum pernah melihat hal seperti ini, luar biasa,” katanya.
Infantino menjelaskan FIFA masih menyimpan sebagian tiket untuk fase penjualan terakhir yang akan dimulai pada April dan berlangsung hingga final pada 19 Juli.
Di tengah tingginya permintaan, harga tiket menjadi salah satu isu paling kontroversial.
Sejumlah kelompok suporter menyebut harga tiket “selangit”, terutama di pasar penjualan ulang (resale) yang mencatat angka rekor.
Per 11 Februari, tiket Kategori 3 untuk laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, terdaftar seharga 5.324 dolar AS, jauh di atas harga resmi awal 895 dolar AS.
Sementara itu, tiket Kategori 3 untuk partai final di East Rutherford, New Jersey, pada 19 Juli, diiklankan hingga 143.750 dolar AS, lebih dari 41 kali lipat harga aslinya yang sebesar 3.450 dolar AS.
Tiket termurah untuk final di situs resale tercatat 9.775 dolar AS. Infantino menjelaskan bahwa dinamika harga dipengaruhi oleh sistem “dynamic pricing”, khususnya di Amerika Serikat, serta mekanisme penjualan kembali tiket melalui platform resmi.
“Semua orang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang spesial. Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun,” jelasnya.
“Anda juga bisa menjual kembali tiket di platform resmi, sehingga harga bisa meningkat. Itu bagian dari pasar saat ini.”
Kebijakan harga ini menuai kritik dari kelompok suporter seperti Football Supporters Europe yang menuding FIFA melakukan “pengkhianatan besar” terhadap penggemar.
Sebagai respons, FIFA menyediakan sebagian kecil tiket seharga 60 dolar AS untuk kelompok suporter resmi, meski para pengkritik menilai langkah itu belum cukup.
Infantino memperkirakan Piala Dunia 2026, yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menghasilkan pendapatan lebih dari 11 miliar dolar AS bagi FIFA.
Dia menegaskan seluruh pendapatan tersebut akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di 211 negara anggota FIFA.
Dari sisi ekonomi, Infantino memproyeksikan dampak turnamen terhadap ekonomi Amerika Serikat mencapai sekitar 30 miliar dolar AS, mencakup sektor pariwisata, katering, hingga investasi keamanan.
Selain sekitar tujuh juta penonton di stadion, Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menarik 20 hingga 30 juta wisatawan dan menciptakan 185 ribu lapangan kerja penuh waktu.
“Dampaknya sangat besar. Saya berharap dampak ini tidak hanya terbatas pada Piala Dunia, tetapi juga untuk masa depan,” ujar Infantino.
Dengan lonjakan permintaan tiket dan proyeksi ekonomi yang fantastis, FIFA optimistis Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi terbesar dan paling menguntungkan dalam sejarah turnamen tersebut.(*)
