Beriku Hal Sangat Menarik Piala AFF 2026
Jakarta ;ASEAN Championship 2026 atau yang lebih dikenal sebagai Piala AFF 2026 menjadi salah satu turnamen sepak bola paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi antarnegara tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 dengan menghadirkan 10 tim nasional terbaik di kawasan.
![]() |
| Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman bersama kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata dalam konferensi pers pralaga di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026) |
Selain menjadi ajang perebutan gelar juara Asia Tenggara, Piala AFF 2026 juga memiliki sejumlah fakta menarik. Edisi kali ini menandai perjalanan 30 tahun sejak turnamen pertama kali digelar oleh ASEAN Football Federation (AFF), sekaligus menjadi salah satu penyelenggaraan dengan durasi yang sangat panjang untuk kompetisi yang hanya diikuti 10 negara.
Berikut sejumlah fakta unik Piala AFF 2026.
1. Memasuki usia 30 tahun sejak pertama kali digelar
Piala AFF 2026 merupakan edisi ke-16 ASEAN Championship sekaligus menjadi peringatan 30 tahun penyelenggaraan turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara.
Kompetisi ini pertama kali digelar pada 1996 sebagai wadah persaingan tim nasional di kawasan ASEAN. Sejak saat itu, turnamen terus berkembang menjadi ajang paling bergengsi di Asia Tenggara dan selalu menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola.
Selama tiga dekade penyelenggaraannya, Piala AFF telah melahirkan berbagai rivalitas klasik, termasuk pertemuan Indonesia dengan Thailand, Vietnam, Malaysia, maupun Singapura yang kerap menyuguhkan pertandingan sengit.
2. Berlangsung selama 33 hariBaca juga: Indonesia persiapan hadapi Kamboja, Mamatangkanrselino masih cedera
Salah satu fakta paling mencolok dari Piala AFF 2026 adalah lamanya waktu penyelenggaraan turnamen.
Kompetisi akan dimulai pada 24 Juli dan berakhir pada 26 Agustus 2026, sehingga total berlangsung selama 33 hari.
Durasi tersebut tergolong panjang apabila dibandingkan dengan jumlah peserta yang hanya 10 negara.
Rentang waktu yang panjang membuat setiap tim memiliki jeda antarlaga yang lebih banyak dibandingkan turnamen dengan sistem kompetisi terpusat. Hal ini sekaligus menghadirkan atmosfer kompetisi yang berlangsung layaknya maraton selama lebih dari satu bulan.
3. Lebih panjang dibanding banyak turnamen regional
Jika dibandingkan dengan sejumlah kompetisi regional lainnya, durasi Piala AFF 2026 termasuk cukup panjang.
Bahkan, sebagai ilustrasi, Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara hanya berlangsung selama 39 hari, yakni dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Meski jumlah peserta Piala Dunia hampir lima kali lebih banyak dibandingkan Piala AFF, selisih durasi kedua turnamen hanya lima hari.
Perbedaan tersebut terjadi karena Piala AFF menggunakan format kandang dan tandang pada babak penyisihan grup sehingga membutuhkan waktu lebih lama dibanding turnamen yang seluruh pertandingannya dipusatkan di satu atau beberapa negara tuan rumah.
4. Diikuti 10 tim terbaik Asia Tenggara
ASEAN Championship 2026 diikuti oleh 10 negara yang dibagi ke dalam dua grup.
Grup A dihuni Indonesia, Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Sementara Grup B diisi Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos.
Masing-masing grup terdiri atas lima tim yang akan bersaing memperebutkan empat tiket menuju babak semifinal, dengan dua tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke fase gugur.
5. Menggunakan sistem setengah kompetisi
Babak penyisihan grup Piala AFF 2026 menggunakan format setengah kompetisi atau round-robin.
Setiap negara akan memainkan empat pertandingan, terdiri atas dua laga kandang dan dua laga tandang.
Format ini membuat setiap tim tidak bertemu seluruh peserta di grupnya dalam satu lokasi, melainkan harus menjalani perjalanan ke negara lawan sesuai jadwal pertandingan.
Sistem tersebut juga memberikan keuntungan bagi suporter karena dapat menyaksikan tim nasionalnya bermain langsung di kandang masing-masing.
6. Indonesia kembali menghadapi lawan-lawan kuat
Hasil undian menempatkan Timnas Indonesia di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Grup ini diprediksi berlangsung kompetitif karena mempertemukan beberapa tim yang memiliki sejarah persaingan panjang di Asia Tenggara.
Vietnam datang dengan status juara bertahan, sementara Singapura merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala AFF. Di sisi lain, Indonesia berupaya mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar juara pertamanya di ajang ini.(*)
