Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

FIFA Mulai Selidiki Argentina soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia 2026

Zurich, Swiss; Selain persoalan spanduk tersebut, FIFA juga mencantumkan sejumlah dugaan pelanggaran lain Argentina, termasuk keributan usai final Piala Dunia 2026.

Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes (kanan) saat menjatuhkan pemain Spanyol, Gavi, setelah laga final berakhir, sebuah sikap yang tidak pantas untuk dicontoh.
Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes (kanan) saat menjatuhkan pemain Spanyol, Gavi, setelah laga final berakhir, sebuah sikap yang tidak pantas untuk dicontoh.

FIFA resmi membuka proses disipliner terhadap Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) beserta sejumlah pemain Tim Nasional Argentina atas berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi sepanjang Piala Dunia 2026.

Salah satu sorotan utama adalah aksi beberapa pemain yang mengangkat spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" (Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina) setelah kemenangan atas Inggris pada laga semifinal.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa (29/7/2026) waktu setempat, FIFA menyebut penggunaan ajang olahraga sebagai sarana untuk menyampaikan demonstrasi atau pesan yang tidak berkaitan dengan olahraga berpotensi melanggar Kode Disiplin FIFA.

Aksi tersebut terjadi seusai Argentina menyingkirkan Inggris pada semifinal yang berlangsung di Atlanta. Sejumlah pemain terlihat membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas", yang merujuk pada klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland, wilayah yang hingga kini masih menjadi sengketa dengan Inggris.

FIFA mengingatkan bahwa tindakan semacam itu pernah terjadi sebelumnya. Pada 2014, badan sepak bola dunia tersebut menjatuhkan denda sebesar 20.000 pound sterling kepada Argentina setelah para pemain mereka membentangkan spanduk serupa menjelang pertandingan persahabatan melawan Slovenia.

Pelanggaran Lain dan Dakwaan untuk Paredes Cs

Selain persoalan spanduk tersebut, FIFA juga mencantumkan sejumlah dugaan pelanggaran lain La Albiceleste yang terjadi selama turnamen Piala Dunia 2026.

Beberapa di antaranya meliputi nyanyian dan gestur yang dianggap diskriminatif, keterlambatan dimulainya pertandingan, kegagalan menjalankan protokol keamanan, penyampaian pesan yang tidak pantas oleh tim maupun penonton, hingga insiden pelemparan benda ke dalam lapangan oleh suporter di sejumlah pertandingan sepanjang Piala Dunia.

Sementara di sisi lain, FIFA juga membuka proses disipliner terhadap sejumlah pemain setelah pertandingan final di New Jersey yang berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui babak perpanjangan waktu.

Keributan sempat pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan. Insiden bermula ketika gelandang Argentina, Leandro Paredes, mendorong gelandang Spanyol, Gavi, hingga terjatuh ke lapangan di tengah para pemain cadangan Spanyol yang berlari masuk untuk merayakan keberhasilan tim mereka menjadi juara dunia.

Akibat insiden tersebut, Paredes menghadapi tiga dakwaan terkait tindakan penyerangan. Rekan setimnya, Nahuel Molina, dikenai dua dakwaan. Sementara itu, Molina, Thiago Almada, ofisial Argentina Roberto Ayala, serta pemain Spanyol Gavi masing-masing juga menghadapi satu dakwaan atas dugaan perilaku tidak sportif.

FIFA menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat akan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaan sebelum keputusan akhir diambil oleh Komite Disiplin FIFA.

"Dengan mengacu pada Kode Disiplin FIFA, para pihak yang menjadi subjek proses ini kini telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan posisi mereka. Setelah itu, Komite Disiplin FIFA akan mengeluarkan keputusan pada waktunya," demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.

Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada AFA maupun para pemain yang terlibat. Proses disipliner masih berlangsung dan keputusan baru akan diumumkan setelah seluruh bukti serta pembelaan dari masing-masing pihak selesai dipelajari oleh Komite Disiplin FIFA.(*)

Hide Ads Show Ads