Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pedro Porro Jawaban dari Krisis Bek Kanan Spanyol

Amerika Serikat: Dalam final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina, Pedro Porro akan menjadi ancaman serius bagi Lionel Messi dan kawan-kawan.
Bek kanan Spanyol, Pedro Porro.
Bek kanan Spanyol, Pedro Porro.

Pedro Porro vs Julian Alvarez dan Nicolas Tagliafico. Tidak menutup kemungkinan pula bek kanan Timnas Spanyol ini akan menghadapi Enzo Fernandez atau Lionel Messi. Semua kemungkinan itu akan terjadi di final Piala Dunia 2026. Pedro Porro vs siapapun pemain Argentina yang berada di sekitar teritorialnya tidak akan lepas dari jangkauannya.

Pertandingan Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 akan memperlihatkan duel menarik di sisi kanan pertahanan Spanyol atau sisi kiri dari serangan yang biasa dilakukan Lionel Messi dan kawan-kawan. Ini akan menjadi salah satu pertarungan kunci dalam final yang akan bergulir pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari WIB nanti.

Sebelum Piala Dunia 2026 ini bergulir, situasinya tidak seperti saat ini. Ketika itu, posisi bek kanan Spanyol justru menjadi daerah yang mengkhawatirkan karena di sana La Roja tidak dapat menurunkan Dani Carvajal. Sudah bertahun-tahun posisi tersebut menjadi tempat istimewa bagi bek Real Madrid tersebut. Namun, cedera membuatnya harus absen membela Spanyol. Luis de la Fuente pun ketika itu dengan nada menyesal memutuskan tidak membawa Dani Carvajal karena kondisinya yang belum pulih dari cedera.

Hingga Piala Dunia bergulir, bahkan posisi tersebut belum benar-benar dimiliki satu pemain. Di pertahanan, Spanyol memiliki duet Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi, salah satu duet bek tengah terbaik di Piala Dunia. Sementara Marc Cucurella adalah batu karang yang sulit tertembus di sisi kiri. Namun, Luis de la Fuente belum menentukan siapa pemilik bek kanan. Pada laga pertama saat imbang 0-0 lawan Tanjung Hijau, pemain pertama yang memainkan peran tersebut adalah Marcos Llorente.

Marcos Llorente bermain penuh sepanjang pertandingan bergulir. Sedangkan Pedro Porro hanya disimpan di bangku cadangan sepanjang pertandingan tersebut. Dalam pertandingan kedua menghadapi Arab Saudi, giliran Pedro Porro yang bermain sebagai bek kanan sedangkan Marcos Llorente duduk di bangku cadangan sepanjang laga bergulir.

Yang menarik, di laga ketiga yaitu saat lawan Uruguai, komposisinya berubah lagi. Pedro Porro yang kembali duduk di bangku cadangan sedangkan Marcos Llorente diturunkan sebagai starter di posisi bek kanan. Perlu tiga pertandingan bagi Luis de la Fuente untuk menentukan pemain utamanya untuk posisi bek kanan yang memang menjadi perdebatan.

Pedro Porro kemudian diturunkan di laga selanjutnya menghadapi Austria dalam 32 besar. Pada laga ini, dia mencetak satu gol dalam kemenangan 3-0 Spanyol. Sejak itu, Pedro Porro tidak pernah lagi kembali ke bangku cadangan. Dia telah mendapatkan posisi bek kanan itu menjadi miliknya. Sejak itu, Pedro Porro selalu diturunkan sebagai starter yaitu lawan Portugal, Belgia, dan terakhir menghadapi Prancis. Luis de la Fuente telah menetapkan pemilik bek kanan tepat di fase knockout.

Kini, dapat disebutkan bahwa empat bek Spanyol adalah Marc Cucurella, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, dan Pedro Porro. Dia berperan membuat pertahanan Spanyol menjadi tembok kokoh yang sulit untuk ditembus. Dan, yang menarik, sepanjang Piala Dunia 2026 ini pula, Pedro Porro telah melewati sejumlah tantangan yang terdiri dari barisan pemain agresif, kuat, dan memiliki kemampuan menggiring bola yang tinggi.

Pers Spanyol, Marca, mengibaratkan Pedro Porro sebagai kryptonite di Piala Dunia ini, pemain yang membuat lawan-lawan mengalami kesulitan setiap kali menghadapi dirinya. Barisan pemain hebat yang dihadapinya yaitu Jeremy Doku (Belgia), duet Nuno Mendes-Joao Felix, dengan tambahan Rafael Leao di babak kedua. Dan ancaman terakhir adalah penyerang sayap Prancis.

Pedro Porro menghadapi Bradley Barcola yang saat itu bermain sebagai starter. Namun kemudian, dia menghadapi Desire Doue yang turun sebagai pemain pengganti dan juga menghadapi tantangan kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe.

Pemain 26 tahun ini memahami posisi dan tugasnya dalam permainan yang diterapkan Luis de la Fuente. Pedro Porro selalu bersinar melawan semua lawan-lawannya. Pedro Porro menetralisir mereka semua. Bahkan, dia merebut bola dari Kylian Mbappe sebelum permainan mulai berbalik menguntungkannya.

Salah satu momen terbaik dari tugasnya sebagai bek kanan terjadi di menit ke-16 di laga lawan Prancis. Dalam serangan balik, Kylian Mbappe sudah mendekati gawang, tetapi Pedro Porro mempercepat pergerakannya untuk menjatuhkan Kylian Mbappe. Di semifinal, Pedro Porro merebut bola tiga kali, clearance tiga kali pula, lalu memblok bola tembakan Prancis, memenangkan empat duel.

Namun, bagian yang paling menarik ketika dia memperlihatkan sebagai pemain yang cerdas. Memainkan umpan pendek satu-dua dengan Dani Olmo yang membuat Spanyol berhasil mencetak gol kedua dan lolos ke final Piala Dunia 2026.(*)

Hide Ads Show Ads