Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Boccia Indonesia Perkasa di Nagoya City General Gymnasium: Felix 17-0 Mongolia, Bintang 13-1 Uzbekistan, Handayani 13-0 Macau, Gischa 20-0 Kirgistan

NAGOYA Tim boccia Indonesia berhasil menyapu bersih enam laga pembuka Asian Para Games 2026 di Nagoya. Lima atlet nasional menyelesaikan seluruh pertandingan penyisihan itu pada Sabtu, 17 Oktober 2026 secara meyakinkan.
Boccia Indonesia Perkasa di Nagoya City General Gymnasium: Felix 17-0 Mongolia, Bintang 13-1 Uzbekistan, Handayani 13-0 Macau, Gischa 20-0 Kirgistan
Boccia Indonesia Perkasa di Nagoya City General Gymnasium: Felix 17-0 Mongolia, Bintang 13-1 Uzbekistan, Handayani 13-0 Macau, Gischa 20-0 Kirgistan

Felix Ardi Yudhamengalahkan wakil Mongolia *Irmuun Khurelbaatar* melalui skor telak 17-0 di arena. Muhammad Bintang Satria Herlangga* menumbangkan Nizomiddin Khayriddinnov dari Uzbekistan dengan kedudukan akhir 13-1

Atlet boccia putra Indonesia Muhammad Afrizal Syafa* membuka kemenangan pada nomor individu putra BC1.Ia menundukkan Yerkhat Almatb asal Kazakhstan dengan skor tipis empat lawan tiga di pool A.

"Saya kalau di game-game awal memang sering main jelek sih. Di event-event sebelumnya juga begitu, belum langsung perform, masih cari-cari feel-nya. Setelah tertinggal tiga angka tadi, saya mencoba untuk bermain lebih tenang dan menikmati pertandingan. Saya akan maksimalkan lagi di setiap pertandingan dan tidak mengulangi kesalahan seperti yang tadi," kata Afrizal di Nagoya City General Gymnasium, Sabtu (17/10/2026).

Afrizal yang berasal dari Kota Solo berteriak kencang setelah sukses melepaskan lemparan bola miliknya. Pemain putri *Handayani* melibas wakil Macau U Kei Tangdengan skor telak 13-0.

"Sebenarnya itu cuma buat pressure lawan saja. Itu saya lakukan di setiap pertandingan. Kurang tau deh tadi berhasil (mempengaruhi lawan) atau enggak," ucap Afrizal.

Ia mencuri perhatian penonton melalui gaya rambut nyentrik yang dicat berwarna biru terang.Cabang olahraga boccia menggelar pertandingan satu hari sebelum upacara pembukaan pesta olahraga Asia tersebut.

"Saya warnain biru karena (bola) boccia itu biru dan merah. Nah, kalau merah kan sudah banyak (yang mengecat), makanya saya pilih biru," ujar Afrizal.

Atlet boccia putri Indonesia *Gischa Zayana* memperlihatkan ketenangan saat bertanding pada kategori individu BC2. Ia menaklukkan Sas Sorn asal Kamboja pada pertandingan pembuka grup B dengan skor meyakinkan.

"Tadi sempat sedikit nervous, karena melihat stadion yang ramai, demam panggungnya agak kerasa. Setelah itu saya mencoba untuk lebih menguatkan mental lagi, lebih tenang dan bermain dengan baik," kata Gischa.

Gischa harus menghadapi Satanan Phromsiri dari Thailand demi mengamankan tiket fase gugur kejuaraan internasional. Ia melibas wakil Kirgistan *Zhazira Satybaldyeva* melalui keunggulan mutlak 20-0 pada laga kedua tersebut.

"Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan mendapatkan medali," ucap Gischa.

Pelatih tim boccia Indonesia *Argya Setya Wimala* mengevaluasi seluruh penampilan anak asuhnya secara menyeluruh. Para atlet Merah Putih dijadwalkan kembali bertanding melakoni laga lanjutan pada *Senin, 19 Oktober 2026.

"Total hari ini ada enam pertandingan untuk tim Indonesia. Hanya Gischa yang hari ini bermain dua kali untuk fase grup," ucap Argya Setya. (*)

Hide Ads Show Ads