Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

UEFA Tolak Maaf Infantino, Desak Mundur dari Presiden FIFA

ZURICH : Presiden FIFA Gianni Infantino melayangkan permohonan maaf kepada anggota dewan eksekutif dalam pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari tiga jam pada Kamis (15/10/2026).
Presiden FIFA Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino

Meski demikian, langkah tersebut gagal meredakan gelombang kritik dari jajaran pimpinan sepak bola Eropa yang menilai kepemimpinannya telah kehilangan kredibilitas.

Dalam rapat krusial tersebut, Infantino tidak menyajikan dokumen maupun fakta teknis terkait dua isu utama yang memicu polemik global: komersialisasi hak siar Piala Dunia senilai USD 4,2 miliar yang sempat diusulkan lalu dibatalkan pada Juli lalu, serta kejelasan prosedur disiplin terkait kartu merah pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang disinyalir mendapat intervensi politik dari Presiden AS Donald Trump.

Jajaran eksekutif FIFA menyepakati langkah peninjauan ulang terhadap kelanjutan pemberian penghargaan perdamaian FIFA, sebuah kualifikasi penghargaan yang pertama kali digagas dan dianugerahkan kepada Trump pada Desember lalu.

Wakil Presiden FIFA sekaligus Ketua FA Inggris, Debbie Hewitt, mengungkapkan para pejabat tinggi UEFA mendesak Infantino memberikan bukti tertulis atas kesepakatan ekuitas swasta yang dilakukan secara tertutup. Infantino hanya merespons dengan meminta dewan mengajukan pertanyaan tertulis.

"Yang bersangkutan wajib memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Apabila ia gagal memberikan penjelasan, maka ia tidak lagi layak menjabat sebagai Presiden FIFA," tegas Debbie Hewitt usai sidang dewan, dikutip The Associated Press, Jumat (16/10/2026).

Dukungan untuk menggeser Infantino makin menguat di Eropa. UEFA dilaporkan tengah mengonsolidasikan kekuatan untuk memprotes kepemimpinan FIFA menjelang pemilihan presiden pada Maret mendatang.

Senada, Presiden DFB Jerman Bernd Neuendorf – satu dari delapan perwakilan UEFA di Dewan FIFA yang beranggotakan 37 orang – menegaskan sesi konsultasi tidak menghasilkan titik terang.

"Tidak ada jawaban memuaskan yang disampaikan. Lembaga ini membutuhkan sosok yang menjunjung tinggi integritas – seorang pemimpin yang mampu memulihkan kembali reputasi organisasi yang jelas-jelas telah merosot tajam," ujar Neuendorf.

Pertemuan Kamis menjadi momen perdana berkumpulnya Dewan FIFA secara resmi sejak mencuatnya krisis internal akibat kebijakan kontroversial kepemimpinan Infantino.(*)

Hide Ads Show Ads