Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Alcaraz Jadi Petenis Termuda Raih "Career Grand Slam"

Australia : Carlos Alcaraz menjadi petenis termuda yang mencatatkan "Career Grand Slam" dengan mengangkat trofi di keempat turnamen mayor setelah meraih gelar Australian Open pertamanya, Minggu.

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz memeluk trofi Australian Open usai mengalahkan petenis Serbia Novak Djokovic pada babak final di Rod Laver Arena, Melbourne, Minggu (1/2/2026). (ATP)

Pemain berusia 22 tahun itu mengalahkan rivalnya, Novak Djokovic, di final Melbourne, untuk meraih gelar Grand Slam ketujuhnya.

Dikutip dari ATP, Alcaraz yang saat ini menempati peringkat nomor satu dunia menjadi petenis putra keenam di era modern atau open yang meraih "Career Grand Slam".

Sebelum turnamen itu, petenis Spanyol itu belum pernah melaju lebih jauh dari perempat final di turnamen mayor pembuka musim tersebut.

Namun, Alcaraz berhasil mencari jalan di turnamen mayor lapangan keras tersebut pada dua pekan terakhir. Dia menunjukkan ketahanan dalam perjalanannya meraih gelar, termasuk kemenangan di semifinal selama lima jam 27 menit melawan Alexander Zverev.

Alcaraz mencapai level yang sangat tinggi. Pada abad ke-21, hanya empat petenis yang telah meraih "Career Grand Slam."

Djokovic adalah yang terakhir melakukannya pada 2016, menyusul anggota "The Big Three" lainnya, yakni Rafael Nadal pada 2010 dan Roger Federer pada 2009.

Bagi Alcaraz untuk bergabung dengan daftar eksklusif itu pada usia 22 tahun adalah sebuah rekor yang mengukuhkan tempatnya di antara para legenda.

Ada sembilan petenis putra yang telah menyelesaikan "Career Grand Slam" dalam sejarah olahraga tenis. Fred Perry (1935), Don Budge (1938), dan Roy Emerson (1964) mencapai prestasi tersebut sebelum era open dimulai pada 1968.

Rod Laver, yang namanya diabadikan sebagai nama lapangan stadion Australian Open, melakukannya pada 1962 sebagai amatir, dan sebagai profesional pada 1969.

Alcaraz, yang tampil untuk ke-20 kalinya di turnamen mayor, meningkatkan catatannya menjadi 7-1 di final Grand Slam.

Dia telah memenangi masing-masing dari tiga turnamen mayor lainnya, yakni Roland Garros, Wimbledon, dan US Open sebanyak dua kali.

Seusai final Australian Open, Minggu, Alcaraz menjadi petenis Spanyol kedua yang memenangi gelar Melbourne, menyamai idola masa kecilnya, Nadal pada 2009 dan 2022.

Alcaraz menjadi petenis termuda pada era tenis modern yang memenangi tujuh gelar tunggal Grand Slam, mengungguli Bjorn Borg, yang memenangi gelar major ketujuhnya di Roland Garros pada1979, hanya beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke-23.

Alcaraz membuat kemajuan pesat hingga mencapai posisinya saat ini. Pada 2022, dia meraih trofi Grand Slam pertamanya di US Open. Dengan kemenangan itu, dia menjadi petenis nomor satu termuda dalam sejarah peringkat ATP sejak 1973.

Alcaraz memenangi trofi Wimbledon pertamanya pada 2023 dan berhasil mempertahankan gelarnya pada 2024. Di Roland Garros, Alcaraz meraih kemenangan pada 2024 dan 2025.(*)

Hide Ads Show Ads