Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Penyerang Monaco Bicara soal Harga Tiket Piala Dunia 2026

Amerika Serikat: Secara keseluruhan, harga tiket Piala Dunia 2026 mengalami kenaikan hampir 500% dibandingkan edisi terakhir di Qatar.

Trofi Juara Piala Dunia FIFA dipajang dalam etalase transparan selama acara melihat trofi di Pusat Kebudayaan Italia di Vancouver, British Columbia, Kanada, 26 Agustus 2025. ( Liang Sen / Xinhua)

Harga tiket Piala Dunia 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi sorotan sebelum turnamen dimulai. Banyak penggemar dan pengamat menilai harga yang tinggi bisa membatasi akses suporter sejati untuk menyaksikan pertandingan di stadion.

Kondisi ini juga mendapat perhatian dari pemain Timnas Amerika Serikat, Timothy Weah. Menurutnya, sepak bola seharusnya bisa dinikmati oleh semua orang, mengingat popularitasnya yang begitu luas di seluruh dunia.

“Piala Dunia ini pasti akan seru, tapi lebih terasa seperti sebuah pertunjukan. Saya agak kecewa dengan harga tiketnya. Banyak penggemar sejati akan kehilangan kesempatan menonton pertandingan,” kata Weah dalam wawancara dengan Le Dauphine.

Tiket termurah untuk partai final dijual seharga 3 ribu paun atau sekitar Rp59,1 juta. Secara keseluruhan, harga tiket mengalami kenaikan hampir 500% dibandingkan edisi terakhir di Qatar. FIFA kemudian menawarkan sejumlah tiket murah seharga 45 paun atau sekitar Rp886 ribu, tetapi hanya mencakup 10% dari total kuota setiap pertandingan.

Langkah ini dianggap positif oleh sebagian pihak. Namun dengan jumlah tiket murah yang sangat terbatas, banyak penggemar tetap akan kesulitan menghadiri pertandingan secara langsung.

Penyerang Timnas Amerika Serikat lainnya Folarin Balogun juga ikut bersuara terkait persoalan tersebut. Pemain AS Monaco itu mengaku tidak begitu tahu tentang harga yang dijual. 

Meski begitu, Balogun menekankan pengalaman menonton Piala Dunia tetap meninggalkan kesan magis. Apalagi bagi mereka yang tumbuh besar menontonnya di televisi. 

“Sulit bagi saya untuk merasakan langsung karena saya tidak membeli tiket. Tapi saat tumbuh besar, saya menonton Piala Dunia di TV, dan itu selalu memberi kesan magis,” ujar Balogun.

Balogun menambahkan, Piala Dunia selalu berkesan bagi orang-orang dengan berbagai alasan, dan idealnya turnamen ini bisa diakses lebih luas. “Tentu saja, saya ingin turnamen ini bisa terjangkau,” ucapnya.

Dengan digelarnya Piala Dunia 2026 di tiga negara sekaligus, perhatian terhadap harga tiket dan akses bagi penggemar menjadi isu penting. FIFA berharap sebagian kecil tiket murah bisa membantu, meski tantangan akses tetap ada.(*)

Hide Ads Show Ads