Burundi Resmikan Stadion Intwari Standar FIFA
Burundi: Kolaborasi FIFA dan Pemerintah Burundi mengakhiri masa 'laga kandang' di luar negeri bagi tim nasional.
Burundi secara resmi meresmikan Stadion Intwari yang telah direnovasi total, menandai babak baru bagi sepak bola negara tersebut.
Proyek yang didukung oleh program FIFA Forward ini memberikan Burundi fasilitas kelas dunia yang memungkinkan tim nasional mereka kembali bermain di tanah air sendiri.
Stadion yang dibangun pada awal 1960-an ini yang namanya berarti 'Stadion Pahlawan' dalam bahasa Kirundi sebelumnya sempat dilarang menggelar pertandingan internasional sejak 2022 karena tidak memenuhi standar Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA.
Akibatnya, tim nasional Burundi terpaksa menjamu lawan di luar negeri selama beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi Strategis dan Modernisasi
Keberhasilan renovasi yang rampung pada akhir 2025 ini merupakan hasil kerja sama erat antara FIFA, Pemerintah Burundi di bawah kepemimpinan Presiden Évariste Ndayishimiye, dan Federasi Sepak Bola Burundi (FFB).
Dalam pesan video yang diputar saat seremoni peresmian, Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah setempat.
"Stadion ini adalah contoh luar biasa tentang bagaimana FIFA dapat bekerja sama dengan pemerintah dan asosiasi anggota untuk membuat sepak bola lebih mudah diakses oleh masyarakat di seluruh dunia," ujar Infantino.
Ia menambahkan bahwa saat kunjungannya pada Oktober 2023, ia sangat tersentuh oleh antusiasme semua pihak untuk menyediakan "rumah" yang layak bagi sepak bola Burundi.
Fasilitas Berstandar Internasional
Selama masa renovasi tiga tahun, Stadion Intwari mengalami transformasi signifikan:
Pemasangan rumput sintetis berkualitas tinggi.
Pemasangan empat menara lampu stadion untuk memungkinkan pertandingan malam hari.
Pembaruan area teknis seperti dugout dan ruang ganti pemain melalui pendanaan FIFA Forward tahap kedua dan ketiga.
Anggota Dewan FIFA, Souleiman Hassan Waberi, yang hadir mewakili FIFA, memuji kepemimpinan Presiden Ndayishimiye dan Presiden FFB Alexandre Muyenge.
"Ini adalah inti dari FIFA: tindakan nyata untuk memberikan hasil dan manfaat bagi generasi muda serta publik pecinta bola," tegas Waberi.
Kedaulatan di Lapangan Hijau
Presiden FFB, Alexandre Muyenge, menekankan pentingnya bermain di hadapan pendukung sendiri sebagai pencapaian nasional yang besar.
"Selama bertahun-tahun, pertandingan internasional diadakan di luar negeri. Hari ini, kita memiliki hak istimewa untuk mengaturnya di tanah kita sendiri. Ini adalah kemajuan besar yang dimungkinkan melalui komitmen negara," kata Muyenge.
Stadion ini sebenarnya telah mulai diuji coba pada kualifikasi Piala Dunia Wanita U-20 FIFA September lalu, sementara tim nasional pria senior menandai kembalinya mereka ke rumah saat menjamu Kenya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 9 Oktober 2025.
Selain menjadi markas tim nasional, Stadion Intwari diharapkan menjadi simbol pengembangan bakat muda. Hal ini sejalan dengan bergabungnya Burundi ke dalam program FIFA Football for Schools dan FIFA Talent Development Scheme.
"Bermain di depan publik sendiri tidak hanya memberi keuntungan bagi tim, tetapi juga menginspirasi anak-anak muda dengan memberi mereka kesempatan melihat pahlawan mereka beraksi secara langsung," tutup Infantino.(*)
