Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Final Pildun 2026 Spanyol Vs Argentina, Cetak Sejarah Baru Sepak Bola

New York, Mempertahankan gelar Piala Dunia bukan perkara mudah. Dalam hampir satu abad penyelenggaraannya, hanya dua negara yang pernah melakukannya.

Final Pildun 2026 Spanyol Vs Argentina, Cetak Sejarah Baru Sepak Bola
Final Pildun 2026 Spanyol Vs Argentina, Cetak Sejarah Baru Sepak Bola

Argentina selangkah lagi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia. Setelah memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Inggris 2-1, juara bertahan itu kini berpeluang menjadi negara ketiga yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia secara beruntun atau back-to-back.

Jika berhasil mengalahkan Spanyol pada partai final Minggu (19/7/2026) waktu setempat, Lionel Messi dan kolega akan mengawinkan gelar yang mereka raih di Qatar 2022 dengan trofi Piala Dunia 2026.

Pencapaian tersebut akan mengakhiri penantian lebih dari enam dekade sejak terakhir kali ada tim yang mampu mempertahankan mahkota juara dunia, yakni Brasil pada 1962.

Mempertahankan gelar di Piala Dunia bukan perkara mudah. Dalam hampir satu abad penyelenggaraannya, hanya dua negara yang pernah melakukannya.

Sejumlah tim hebat lainnya sempat mendekati prestasi tersebut, tetapi harus puas menjadi runner-up pada edisi berikutnya.

Italia Pelopor Juara Beruntun

Italia menjadi negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia. Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 1934 setelah mengalahkan Cekoslowakia 2-1 di final, lalu kembali menjadi kampiun pada edisi 1938 dengan menundukkan Hungaria 4-2.

Prestasi tersebut menjadikan Italia sebagai tim pertama yang sukses mempertahankan trofi Jules Rimet.

Bahkan, peluang mereka meraih tiga gelar beruntun sebenarnya terbuka karena masih diperkuat sejumlah pemain hebat pada era tersebut. Namun, Piala Dunia 1942 dan 1946 dibatalkan akibat Perang Dunia II sehingga kesempatan itu tak pernah terwujud.

Brasil Mengulang Pencapaian Italia

Butuh waktu 24 tahun hingga muncul tim kedua yang mampu mengulang prestasi Italia. Brasil menjuarai Piala Dunia 1958 di Swedia dengan mengalahkan tuan rumah 5-2 pada laga final. Empat tahun kemudian, Selecao kembali mengangkat trofi setelah menaklukkan Cekoslowakia 3-1 di Cili.

Keberhasilan Brasil semakin istimewa karena mereka mampu mempertahankan gelar meski Pele mengalami cedera sejak fase grup. Peran Garrincha sebagai motor serangan menjadi kunci keberhasilan Brasil mempertahankan status sebagai raja sepak bola dunia.

Beberapa Tim Nyaris Mengikuti Jejak

Sejak Brasil pada 1962, belum ada lagi negara yang mampu mempertahankan gelar juara dunia. Namun, beberapa tim sempat sangat dekat dengan pencapaian tersebut.

Argentina menjadi salah satunya. Setelah menjadi juara pada 1986, Diego Maradona membawa Albiceleste kembali ke final pada 1990. Sayangnya, mereka kalah 0-1 dari Jerman Barat akibat gol penalti Andreas Brehme.

Brasil juga nyaris mengulang sejarah setelah menjuarai Piala Dunia 1994. Empat tahun berselang, mereka kembali lolos ke final, tetapi harus mengakui keunggulan tuan rumah Prancis dengan skor telak 0-3.

Contoh terbaru datang dari Prancis. Les Bleus sukses menjadi juara pada 2018 dan kembali mencapai final pada 2022. Namun, mereka gagal mempertahankan gelar setelah kalah dramatis melalui adu penalti melawan Argentina usai bermain imbang 3-3 selama 120 menit.

Kini, kesempatan emas berada di tangan Argentina. Apabila mampu mengalahkan Spanyol di final Piala Dunia 2026, Albiceleste bukan hanya akan meraih gelar dunia keempat mereka.

Timnas Argentina, kontestan Piala Dunia 2026.
Timnas Argentina, kontestan Piala Dunia 2026.

Tetapi juga mengakhiri penantian 64 tahun untuk lahirnya juara Piala Dunia secara back-to-back. Sebuah pencapaian yang selama ini hanya mampu diwujudkan oleh Italia dan Brasil.(*)

Hide Ads Show Ads