Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Roberto Mancini Minta Maaf kepada Suporter Timnas Italia

Italia; Roberto Mancini tak memungkiri masih ada penolakan atas penunjukannya sebagai pelatih Timnas Italia.

Roberto Mancini, pelatih Timnas Italia yang pernah membawa Gli Azzurri juara Piala Eropa pada 2020
Roberto Mancini, pelatih Timnas Italia yang pernah membawa Gli Azzurri juara Piala Eropa pada 2020

Roberto Mancini akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter Timnas Italia setelah memutuskan meninggalkan jabatannya pada 2023 untuk menangani Timnas Arab Saudi. Keputusan tersebut sempat memicu kekecewaan besar di kalangan penggemar dan hingga kini masih meninggalkan luka.

Gelombang penolakan kembali mencuat ketika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi mengumumkan kembalinya Mancini sebagai pelatih Timnas Italia pada Selasa (28/7/2026). Penunjukan tersebut dilakukan oleh Presiden FIGC, Giovanni Malago, namun tidak semua pihak menyambut keputusan itu dengan antusias. Banyak suporter mempertanyakan alasan federasi memberikan kesempatan kedua kepada pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Menyadari besarnya kekecewaan yang masih dirasakan publik, Mancini memilih untuk bersikap terbuka. Ia mengakui penyesalannya atas keputusan yang diambil tiga tahun lalu dan berharap dapat memperbaiki hubungan dengan para pendukung Timnas Italia.

“Saya sangat menyesal. Rasanya seperti kehilangan wanita dalam hidup Anda. Dan itu berarti Anda melakukan yang seharusnya tidak dilakukan. Jadi saya minta maaf, sangat menyesal juga atas semua yang terjadi selama tiga tahun terakhir,” ujar Mancini seperti dikutip dari The Guardian.

Mancini menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah mengembalikan kejayaan Timnas Italia di pentas internasional. Ia bertekad membawa Gli Azzurri kembali menjadi kekuatan yang disegani, terutama setelah tim mengalami periode sulit dengan catatan tiga kali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia. “Saya akan mencoba membawa tim nasional ke tempatnya semula.”

Meski sempat menuai kontroversi, rekam jejak Mancini bersama Timnas Italia tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada periode pertamanya, yakni 2018 hingga 2023, ia sukses membangun kembali kekuatan Gli Azzurri dan mengantarkan tim meraih gelar juara Euro 2020. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Italia dalam satu dekade terakhir dan menjadi alasan utama federasi kembali mempercayakan kursi pelatih kepadanya.

Kini, Mancini berharap kesuksesan serupa dapat kembali terulang. Ia menyadari bahwa membangun kembali kepercayaan suporter tidak akan mudah. Karena itu, ia ingin membuktikan komitmennya melalui performa tim di atas lapangan, bukan sekadar melalui ucapan.

Laga perdana Mancini pada periode keduanya akan berlangsung saat Italia menghadapi Belgia dalam ajang Liga Negara UEFA pada 25 September 2026 di Stadio Olimpico, Roma. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi momen penting, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi Mancini yang akan kembali berdiri di hadapan publik Italia.

Saat ditanya mengenai kemungkinan mendapat sambutan negatif dari suporter, Mancini mengaku sudah siap menghadapi berbagai reaksi. Ia memahami bahwa sebagian pendukung masih belum bisa menerima keputusannya meninggalkan Italia pada 2023.

“Saya menyadari beberapa orang akan menentang saya. Saya berharap skuad bermain cukup baik sehingga mungkin orang-orang akan memaafkan saya,” katanya.

Kembalinya Mancini juga terjadi setelah FIGC mengalami kesulitan mencari pelatih baru. Ia disebut menjadi pilihan keempat setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran tersebut. Sementara itu, Andrea Pirlo dicoret dari daftar kandidat karena adanya kekhawatiran politik yang berkaitan dengan kesepakatan sponsor bersama perusahaan taruhan asal Rusia.(*)

Hide Ads Show Ads