Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Vozinha Ingin Temukan Tim yang Tidak Memakainya untuk Pemasaran

Tanjung Hijau: Kiper asal Tanjung Hijau, Vozinha, mengakui masih ingin bermain setidaknya satu atau dua tahun lagi.
Vozinha, membuat 7 penyelamatan dalam debut Tanjung Hijau di Piala Dunia menghadapi favorit juara, Spanyol.
Vozinha, membuat 7 penyelamatan dalam debut Tanjung Hijau di Piala Dunia menghadapi favorit juara, Spanyol.

Vozinha, kiper Tim Nasional Tanjung Hijau (Cabo Verde) yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026 dan kini berstatus bebas transfer, menyatakan niatnya untuk segera menentukan masa depan kariernya. 

Penjaga gawang yang tidak lagi muda itu berencana bergabung dengan klub mana pun yang menginginkannya semata-mata karena kualitas permainannya.

“Itu adalah salah satu hal utama yang ingin segera saya selesaikan (terkait masa depan). Saya mencintai sepak bola. Jika tidak, saya tidak mungkin masih berkecimpung di dunia ini pada usia 40 tahun,” tutur Vozinha seperti dikutip media Portugal, Record. 

“Saya ingin bermain setidaknya satu atau dua tahun lagi, namun hal itu bergantung pada kondisi dan respons tubuh saya. Saya berharap bisa menemukan tim yang menginginkan saya sebagai pemain sepak bola, bukan sekadar untuk tujuan pemasaran.”

Di Piala Dunia 2026 lalu, Vozinha termasuk salah satu kiper terbaik di antara tim-tim yang terhenti di babak 32 besar (turun dalam 4 pertandingan). 

Situs data sepak bola dunia, Opta, mencatat, Vozinha melakukan 18 aksi penyelamatan (terbanyak) dengan persentase penyelamatan 78,3% dan hanya kalah dari kiper Australia, Patrick Beach (82,3%).

Angka goals prevented—statistik yang mengukur jumlah gol yang berhasil digagalkan oleh seorang penjaga gawang—yang dibuat Vozinha, yakni 1,9, juga hanya kalah dari Beach (2,2).

Dengan angka-angka statistik tersebut, Vozinha berhasil mengungguli nama-nama kiper beken dari negara top seperti Manuel Neuer (Jerman), Bart Verbruggen (Belanda), hingga Zion Suzuki (Jepang). 

Berkat performa impresif Vozinha pula, Tanjung Hijau menjadi satu-satunya negara di antara 48 tim di Piala Dunia 2026 yang pernah menghadapi dua tim finalis, Spanyol dan Argentina.

Tanjung Hijau mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan meraih poin di Grup H saat menahan Spanyol (0-0)—juara tahun 2010 sekaligus pemegang gelar juara Eropa 2024—serta bermain imbang melawan Uruguai (2-2)—juara tahun 1930 dan 1950—dan Arab Saudi (0-0).

Negara berbahasa Portugal ini menjadi tim terkecil—dilihat dari populasi maupun luas wilayah—yang berhasil lolos dari fase grup. 

Namun, Tanjung Hijau tersingkir di babak 32 besar (sebuah tahapan yang baru pertama kali diadakan dalam sejarah turnamen) setelah kalah dari Argentina (2-3) melalui perpanjangan waktu, sekaligus menunjukkan betapa juara Piala Dunia tiga kali (1978, 1986, dan 2022) itu sangat kesulitan untuk menang.(*)

Hide Ads Show Ads