Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Inilah Sisa Skuad Italia di Piala Dunia 2014 yang Masih Bermain

Italia; Piala Dunia FIFA 2026 mendatang akan menandai 12 tahun sejak Italia terakhir kali tampil di panggung global, sebuah fakta yang hampir tak dapat dipercaya mengingat Azzurri adalah negara sepak bola tersukses kedua sepanjang sejarah.

Bek veteran FC Internazionale, Matteo Darmian, adalah salah satu pemain skuad Italia di Piala Dunia Brasil 2014 yang masih aktif bermain. (Xinhua/Alberto Lingria)

Italia secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia setelah dikalahkan Swedia dalam pertandingan play-off dua leg.

Empat tahun kemudian, mereka dikejutkan oleh Makedonia Utara, juga di play-off, di kandang sendiri. Alhasil, mereka hanya menjadi penonton di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Mirisnya, saat ini pun tidak ada jaminan bahwa kekeringan Italia selama 12 tahun tersebut akan berakhir pada musim panas mendatang.

Kesulitan Italia di Babak Play-Off

Untuk kali ketiga secara beruntun, Italia sekali lagi harus menjalani play-off untuk lolos ke Piala Dunia. Hal itu terjadi setelah mereka menyerah dari Norwegia yang dimotori Erling Haaland, baik tandang maupun kandang di Grup I kualifikasi zona Eropa.

Di semifinal play-off yang akan berlangsung di rumahnya, Stadio di Bergamo, pada 26 Maret 2026 mendatang, Italia bakal menghadapi Irlandia Utara.

Jika menang, mereka akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Wales atau Bosnia dan Herzegovina, pada pada laga final yang bakal digelar pada 31 Maret 2026 di Cardiff (Wales) atau Zenica (Bosnia dan Herzegovina) untuk memperebutkan satu tiket ke Amerika Utara.  

Bursa taruhan jelas memihak pada skuad arahan pelatih Gennaro Gattuso yang akan lolos. Namun, mengacu pengalaman buruk di dua play-off Piala Dunia terakhir, Italia tetap harus sangat waspada.

Apakah Azzurri akan tampil atau tidak di Piala Dunia 2026 sepenuhnya bergantung pada mereka dan kemampuan mereka untuk tampil maksimal di babak play-off mendatang.

Namun, saat ini, faktanya sudah 12 tahun berlalu sejak penampilan terakhir kampiun Piala Dunia empat kali (1934, 1938, 1982, 2006) itu di turnamen utama sepak bola dunia. Jadi, siapa saja anggota skuad yang berangkat ke Brasil pada tahun 2014 yang masih bermain sepak bola hingga saat ini? Mari kita lihat.

Mario Balotelli

Mario Balotelli yang eksentrik adalah striker andalan Italia di Brasil 2014. Dua tahun sebelumnya, ia mencetak dua gol memukau di semifinal Euro 2012 melawan Jerman, serta membantu Manchester City meraih gelar Liga Primer Inggris.

Saat Piala Dunia di Brasil tiba, Super Mario baru saja selesai memimpin lini depan AC Milan dengan mencetak 18 gol dalam 41 penampilan di semua kompetisi pada musim 2013-2014.

Di Brasil, Balotelli kembali menunjukkan kehebatannya di pertandingan pembuka turnamen. Ia mencetak gol kemenangan melawan Inggris di Manaus, dengan menyundul bola melewati mantan rekan setimnya di klub Man City, Joe Hart, untuk mengamankan kemenangan 2-1.

Namun, itu adalah pencapaian terbaik mereka. Baik dia maupun Italia gagal mencetak gol dalam dua pertandingan berikutnya melawan Kosta Rika dan Uruguai, usai masing-masing kalah 0-1, dan tersingkir secara mengejutkan dari babak penyisihan grup.

Super Mario kemudian bergabung dengan Liverpool FC seusai Piala Dunia 2014, menggantikan Luis Suarez yang bergabung dengan FC Barcelona.

Namun, itu menjadi awal dari penurunan performa bagi striker ikonik tersebut, dan dia tidak pernah menemukan kembali kemampuan yang ditunjukkannya saat masih bermain di Man City.

Kini, Balotelli yang berusia 35 tahun baru saja menandatangani kontrak dua setengah tahun dengan Al-Ittifaq, meskipun ia belum melakukan penampilan pertamanya untuk klub Divisi Pertama Uni Emirat Arab (UEA) tersebut.

Marco Verratti

Gelandang pengatur tempo permainan Marco Verratti baru berusia 21 tahun ketika berangkat ke Brasil untuk Piala Dunia 2014. Namun, saat itu ia dianggap sebagai penerus takhta pengatur permainan Italia yang akan segera ditinggalkan oleh veteran Andrea Pirlo.

Dibesarkan oleh Pescara lalu ditarik klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) pada Juli 2012, Verratti baru memiliki enam penampilan internasional sebelum turnamen. Tetapi ia menjadi starter di pertandingan pembuka melawan Inggris, bahkan memberikan assist untuk gol pembuka Claudio Marchisio.

Namun, setelah itu semuanya menurun. Ia hanya duduk di bangku cadangan saat kekalahan melawan Kosta Rika sebelum diganti saat kekalahan melawan Uruguai.

Verratti kemudian mencatatkan 55 penampilan untuk Azzurri, termasuk membantu negaranya memenangi Euro 2020 – yang digelar 11 Juni – 11 Juli 2021 karena Covid-19.

Namun ketika ia pindah dari PSG ke klub Qatar Al-Arabi pada tahun 2023, kesempatannya untuk memperkuat Timnas Italia semakin menipis.

Kini, berusia 33 tahun, ia tetap berada di Qatar bersama Al Duhail tetapi belum bermain untuk Italia sejak kemenangan di babak play-off perebutan tempat ketiga UEFA Nations League melawan Belanda pada musim panas 2023.

Ciro Immobile

Pada tahun 2014, Ciro Immobile baru saja menikmati tahun yang gemilang di Torino FC, mencetak 22 gol dalam 33 pertandingan Liga Serie A Italia untuk memastikan tempatnya di Timnas Italia pada gelaran di Brasil.

Di sana, ia masuk sebagai pemain pengganti melawan Inggris dan Uruguai, tetapi tidak memberikan banyak kesan.

Selama 12 tahun berikutnya, sang penyerang ini kemudian menjadi salah satu pencetak gol terbaik sepanjang masa di Serie A, mencetak rekor 207 gol untuk SS Lazio dan membantu Italia memenangi Euro 2020. Kini ia bermain untuk Bologna FC 1909 setelah kembali ke Italia setelah sempat bermain untuk Besiktas JK di Turki.

Matteo Darmian

Matteo Darmian pernah menjadi rekan setim Immobile di Torino (memperkuat klub itu antara 2011 sampai 2015), tampil di hampir semua dari 38 pertandingan Serie A bersama klub tersebut pada musim sebelum Piala Dunia.

Dia bermain penuh selama kampanye Italia di Brasil untuk kemudian sebelum mendapatkan transfer besar ke Manchester United, setahun kemudian. Kini berusia 36 tahun, sang bek masih terdaftar sebagai pemain FC Internazionale, dan telah dua kali tampil sebagai pemain pengganti musim ini.

Mattia Perin

Mattia Perin belum pernah berada di bawah mistar gawang Timnas Italia sebelum Piala Dunia, dan tetap demikian setelah gelaran di Brasil 2014 karena menghabiskan waktu di turnamen sebagai cadangan Gianluigi Buffon.

Ia diharapkan akan mewarisi posisi kiper utama setelah Buffon pensiun, tetapi hal itu tidak terjadi. Kini, di usia 33 tahun, Perin hanya memiliki dua penampilan untuk Timnas Italia. Saat ini ia bermain di Juventus FC tetapi hanya membuat 10 penampilan untuk klub tersebut dalam tiga tahun terakhir.

Nama-nama Lainnya

Baik Lorenzo Insigne maupun Mattia De Sciglio belum pensiun dari sepak bola professional. Namun, keduanya saat ini masih tanpa klub.

Mereka berdua berada di skuad Italia di Piala Dunia Brasil 2014, dengan Insigne hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam kekalahan melawan Kosta Rika. Sementara itu, De Sciglio bermain penuh selama 90 menit melawan Uruguai (*)

Hide Ads Show Ads