Berikut 5 Peristiwa di Final Piala Dunia Tidak Bakal Terlupakan Publik
Karawang : Tandukan Zinedine Zidane terhadap Marco Materazzi salah satu momen yang membuat final Piala Dunia 2006 silam sebagai final dramatis.
Piala Dunia 2026 akan mencapai laga puncak yang menampilkan Spanyol dan Argentina di final. Laga final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina akan bergulir pada Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 01.00 WIB.
Pertandingan yang akan bergulir di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat ini mempertemukan dua tim terbaik. Spanyol berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan salah satu tim terbaik di turnamen ini, Prancis dengan kemenangan 2-0. Sedangkan Argentina ke final setelah menang atas Inggris dalam laga dramatis yang berakhir 2-1.
Final Piala Dunia 2026 memiliki cukup banyak cerita di baliknya. Seperti Lionel Messi yang memiliki sejarah karier di sepak bola Spanyol bersama Barcelona. Pertandingan ini juga mempertemukan legenda Argentina itu dengan pemain muda masa depan Spanyol, Lamine Yamal.
Argentina datang ke final dengan misi mempertahankan gelar Piala Dunia 2026, impian yang hanya selangkah lagi terwujud. Sementara Spanyol ada dalam trek di mana mereka berpeluang menambah gelar Piala Dunia yang kedua setelah sukses di Piala Dunia 2010 silam.
Dalam sejarah Piala Dunia, ada banyak laga final yang tidak akan terlupakan karena yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Apakah final Piala Dunia 2026 ini akan termasuk salah satu di antaranya? Sejak pertama kali Piala Dunia ini bergulir pada 1930 hingga jelang final Piala Dunia ke-23 ini, banyak momen terjadi.
Sebelum laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 ini bergulir, berikut ini 5 pertandingan final yang tidak terlupakan karena peristiwa yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Baik itu terkait hasilnya yang dramatis, gol yang menarik perhatin, hingga peristiwa yang mengejutkan. Berikut lima final tersebut:
1. Final Piala Dunia 2022: Argentina vs Prancis (3-3, 4-2 Adu Penalti)
Final yang tidak terlupakan dan memang baru terjadi empat tahun silam. Final Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Prancis di Stadion Lusail, Qatar berakhir dengan kemenangan Argentina dalam adu penalti (4-2). Argentina memimpin 2-0 melalui gol Lionel Messi menit ke-23 dari penalti lalu gol Angel Di Maria pada menit ke-36.
Namun, Prancis comeback melalui pemain bintang mereka, Kylian Mbappe yang mencetak gol dari penalti menit ke-80 dan dari permainan terbuka hanya berselang satu menit kemudian (81). Emosi dan ketegangan terjadi sepanjang laga ini.
Lionel Messi dan Kylian Mbappe kembali berperan di perpanjangan waktu. Messi mencetak gol di menit ke-108 tapi Kylian Mbappe mencetak gol ketiganya (hat-trick) di menit ke-118. Hasil akhir ditentukan dengan adu penalti. Dua pemain Prancis, Kingsley Coman dan Aurelien Tchouameni gagal mencetak gol dalam adu penalti.
2. Final Piala Dunia 1966: Inggris vs Jerman Barat (4-2, Perpanjangan Waktu)
Inggris tampil sebagai juara dalam Piala Dunia 1966 yang digelar di negeri mereka. The Three Lions meraih gelar ini setelah menang 4-2 atas Jerman Barat dalam laga yang membutuhkan perpanjangan waktu. Geoff Hurst mencetak hat-trick, dua di antaranya di perpanjangan waktu. Dia menjadi pemain pertama dalam sejarah turnamen ini yang mencetak tiga gol dalam satu laga.
Dari tiga gol tersebut, ada satu golnya yang masih menjadi perdebatan yaitu gol ketiganya, apakah gol tersebut telah melewati garis gawang setelah membentur mistar. Final ini berjalan penuh drama karena terjadi enam gol dalam laga yang bergulir di Stadion Wembley, London. Selain tiga gol Geoff Hurst, satu gol Inggris lainnya diciptakan Martin Peters. Jerman sempat unggul 1-0 di menit ke-12 lewat gol Helmut Haller, satu gol lainnya diciptakan Wolfgang Weber menit ke-89.
3. Final Piala Dunia 1970: Brasil vs Italia (4-1)
Final Piala Dunia 1970 yang bergulir di Meksiko ini akan diingat sebagai salah satu yang terbaik di antaranya karena gol spektakuler Carlos Alberto Torres. Gol di menit ke-86 tersebut memang bukan gol yang menentukan kemenangan karena sebelum gol itu terjadi, Brasil sudah unggul 3-1.
Namun, gol itu akan diingat sebagai salah satu gol yang keras, tajam, dan tercipta pula dari skema di mana Brasil yang dipimpin Pele mempertahankan bola dari daerah mereka. Pele memberikan bola itu ke sisi kiri ruang kosong dan tiba-tiba Carlos Alberto Torres berlari kencang melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya. Ada 9 kali operan sebelum Alberto Torres melepaskan tembakan tersebut.
4. Final Piala Dunia 1954: Jerman Barat vs Hungaria (3-2)
Perlu kembali lagi jauh ke belakang yaitu di Piala Dunia 1954 yang bergulir di Swis. Final di Piala Dunia ini mempertemukan Jerman Barat dan Hungaria. Ini adalah pertemuan kedua antara keduanya setelah di fase grup, Hungaria dan Jerman juga bertemu. Namun, di fase grup itu, Hungaria menang telak 8-3. Karena itu, final yang bergulir pada 4 Juli tersebut diwarnai dengan hasil telak di fase grup.
Jerman Barat berhasil membalas kekalahan tersebut dengan menang 3-2. Gol Helmut Rahn di menit ke-84 menentukan kemenangan Jerman asuhan Sepp Herberger. Di sisi lain, kemenangan ini mengejutkan karena Hungaria pada masa itu merupakan tim terbaik di dunia. Jerman berhasil mengalahkan tim Hungaria yang legendaris, tim yang sebelumnya tidak terkalahkan selama empat tahun pada saat itu, dipimpin oleh striker mereka Ferenc Puskas. Laga final ini kemudian disebut dengan "Keajaiban Bern".
5. Final Piala Dunia 2006: Italia vs Prancis (1-1, 5-3 Adu Penalti)
Final yang tentu tidak akan terlupakan. Pertama karena gol penalti Zinedine Zidane dengan tendangan Panenka dan kedua tandukan playmaker Les Bleus ini ke dada bek Italia, Marco Materazzi yang membuat dirinya kena kartu merah dan diusir dari lapangan. Final yang memberikan luka bagi Prancis.
Final ini dimainkan dengan barisan pemain yang penuh bintang di kedua tim. Italia di bawah asuhan Marcelo Lippi sedangkan Prancis bersama pelatih Raymond Domenech. Gli Azzurri dengan bintang seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Francesco Totti, atau Alessandro Del Piero.
Sedangkan Prancis selain Zinedine Zidane ada Thierry Henry, Fabian Barthez, Lilian Thuram, Franck Ribery, atau Patrick Vieira. Setelah penalti Zinedine Zidane di menit ke-7, Marco Materazzi mencetak gol penyeimbang di menit ke-19. Laga dilanjutkan dengan adu penalti setelah perpanjangan waktu tetap imbang 1-1. David Trezeguet satu-satunya pemain Prancis yang gagal mencetak gol dari penalti.


