Lamine Yamal Hanya Satu Gol di Piala 2026 Namun Perannya Sangat Penting
Spanyol: Penyerang sayap kanan Spanyol, Lamine Yamal, memberikan kontribusi dalam perjalanan Spanyol hingga mencapai final.
Lamine Yamal salah satu yang menjadi perhatian dalam final Piala Dunia 2026 ini karena foto kecil dirinya yang masih bayi tengah dimandikan oleh Lionel Messi. Pada 2007 saat momen itu diabadikan dalam foto, Lionel Messi masih berusia 20 tahun sedangkan Lamine Yamal baru lima bulan.
Kini, sekitar 19 tahun kemudian, keduanya bertemu lagi namun dalam situasi yang berbeda. Lionel Messi sudah berusia 39 tahun sedangkan Lamine Yamal 19 tahun. keduanya bertemu lagi setelah 19 tahun, di final Piala Dunia 2026 yang akan bergulir di Stadion New York New Jersi.
Lamine Yamal kini sangat penting bagi Barcelona. Blaugrana telah memiliki pemain masa depan. Ketika Lionel Messi meninggalkan Barcelona untuk bergabung dengan Paris Saint-Hermain, Lamine Yamal baru masuk ke tim senior Barcelona di tahun 2023. Setelah itu, dia memiliki jejak menjadi harapan Spanyol dalam meraih pencapaian terbaik.
Pada Piala Dunia pertama dalam kariernya, Lionel Messi mencetak satu gol dan memnberikan satu asis. Momen itu terjadi dalam kemenangan Argentina 6-0 atas Serbia-Montenegrao, 16 Juni 2006 silam itu. Langkah Lionel Messi di Piala Dunia pertama hanya sampai perempat final.
Piala Dunia 2026 ini juga Piala Dunia pertama bagi Lamine Yamal dan dia telah berada di final bersama Spanyol. Pencapaiannya di Piala Dunia pun sudah menyamai apa yang diraih Lionel Messi dalam debutnya. Lamine Yamal memberikan satu gol dan satu asis untuk La Roja.
Satu golnya tercipta di laga lawan Arab Saudi dalam fase grup sedangkan asisnya dia ciptakan dalam kemenangan atas Prancis di semifinal. Laga final menghadapi Lionel Messi dan kawan-kawan akan menjadi peluangnya menambah gol atau asis. Dengan demikian, dia akan mencapat rapor yang lebih baik daripada Lionel Messi untuk ukuran debut Piala Dunia.
Bahkan, jika juara dia akan mencatat sejarah, sebagai debutan di Piala Dunia namun berhasil merengkuh trofi paling bergengsi dalam sepak bola dunia ini. Lamine Yamal memiliki peluang tersebut, membawa Spanyol juara dunia.
Namun, statistik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026 ini memang mengecewakan dari sisi angka-angka tersebut. Tapi, hanya satu gol dan satu asis tidak mengurangi kontribusinya untuk tim. Bahkan, dia sangat penting dalam permainan timya. Analisis yang lebih jauh terkait penampilan Lamine Yamal memperlihatkan bahwa pemain ini punya peran penting.
Dalam pertandingan menghadapi tim-tim dengan kelas berat seperti Uruguai, Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis, Lamine Yamal telah menjadi salah satu fokus utama perhatian pertahanan lawan. Faktanya, beberapa pemain yang ditugaskan untuk menjaganya seperti Juan Sanabria (Uruguai), Maxim De Cuyper (Belgia), lalu Lucas Digne (Prancis), akhirnya diganti setelah kesulitan menahan pergerakan dan perubahan kecepatannya yang konstan.
Bahkan melawan Portugal, di mana ia mungkin menampilkan performa paling kurang maksimal di turnamen ini, ia berulang kali menekan Nuno Mendes hingga bek sayap Portugal. Selain itu, beberapa serangan penting Spanyol berasal dari keterlibatannya tanpa menghasilkan asis langsung.
Melawan Belgia contohnya, ia berpartisipasi dalam permainan yang mengarah pada gol pertama Spanyol, menarik perhatian para bek sebelum Pedro Porro menemukan Fabian Ruiz. Melawan Prancis, ia memenangkan penalti namun selain penalti tersebut, gol yang diciptakannya dianulir yang seharusnya menjadi salah satu gol terbaik di turnamen.
Statistik individu juga menawarkan perspektif yang menarik. Melawan Belgia, ia menyelesaikan 83% operannya, melepaskan 6 tembakan, menyelesaikan 4 dribel, dan mendapatkan empat pelanggaran.
Melawan Austria, ia mencatatkan tingkat keberhasilan operan 90%, menciptakan dua peluang kunci, dan terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi pengakuan publik sepada tim ini.
Melawan Portugal, ia bermain penuh 90 menit, melakukan enam kali merebut bola, dan mempertahankan tingkat keterlibatan yang tinggi meskipun pertahanan Portugal terus-menerus waspada. Dia memenangkan penalti, menciptakan peluang besar, memberikan umpan kunci, dan menyelesaikan 83% operannya.
Menurut data Opta, ia juga rata-rata kemungkinan mencetak 1,51 gol yang diharapkan per pertandingan, angka yang menunjukkan bahwa ia sering terlibat dalam menciptakan peluang mencetak gol yang berbahaya. “Semua orang terobsesi dengan mencetak gol. Saya hanya mencetak satu gol di Kejuaraan Eropa, dan sekarang saya punya satu,” ujar Lamine Yamal baru-baru ini.
Kenampilannya di Piala Dunia menyisakan satu kesimpulan: dia bukanlah pemain terbaik di turnamen ini, juga bukan pemain yang paling menentukan bagi Spanyol, tetapi kontribusinya jauh lebih signifikan.(*)
