Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sunderland Panen Uang dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Dana Tujuh Digit Euro

Sunderland diperkirakan memperoleh pemasukan sekitar €1 juta (sekitar Rp20 miliar lebih) dari program kompensasi FIFA. Panen uang The Black Cats dari FIFA itu, setelah 12 pemain tim utamanya tampil di Piala Dunia 2026.
 
Para pemain Sunderland (Foto: Premier League)
Para pemain Sunderland (Foto: Premier League)

Dana tujuh digit Euro itu, menjadi tambahan penting bagi The Black Cats untuk memperkuat kondisi finansial Sunderland. Sekaligus, membantu memenuhi aturan Profit and Sustainability menjelang musim 2026/2027.

Perjalanan para pemain Sunderland di Piala Dunia resmi berakhir setelah Swiss tersingkir dari Argentina pada babak perempat final. Berakhirnya turnamen juga menandai selesainya keterlibatan seluruh wakil Sunderland di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Keikutsertaan 12 pemain di Piala Dunia 2026 menjadi catatan membanggakan bagi Sunderland. Selain pemain aktif, klub juga memiliki kontribusi melalui lulusan akademi seperti Jordan Pickford dan Jordan Henderson.

Kedua pemain tersebut, kembali memperkuat Timnas Inggris sepanjang turnamen. Program kompensasi FIFA ini, memberikan pembayaran kepada klub yang melepas pemain ke Piala Dunia.

Melansir Sunderland Echo, berdasarkan estimasi setiap pemain menghasilkan sekitar €5.000 (sekitar Rp102.600.000) per hari. Uang tersebut, termasuk selama masa pemusatan latihan sebelum kompetisi dimulai.

Penyerang Wilson Isidor menjadi salah satu penyumbang pemasukan bagi Sunderland meski Haiti hanya tampil di fase grup. Gol yang dicetaknya di turnamen, membuat Sunderland diperkirakan menerima sekitar €125.000 (sekitar Rp2,56 miliar) dari keikutsertaannya.

Nilai kompensasi lebih besar datang dari beberapa pemain yang melaju ke fase gugur. Omar Alderete diperkirakan menyumbang sekitar €175.000 (sekitar Rp3,59 miliar) setelah membawa Paraguay ke babak 16 besar.

Sedangkan, Chemsdine Talbi dan Granit Xhaka diproyeksikan menghasilkan hampir €200.000 (sekitar Rp4,1 miliar) per pemain. Jika seluruh kontribusi pemain dijumlahkan, Sunderland diperkirakan memperoleh pemasukan kotor mendekati €1 juta.

Namun, jumlah yang diterima klub tidak sepenuhnya utuh karena FIFA memiliki mekanisme pembagian kompensasi kepada klub lain. Dalam regulasi FIFA, dana kompensasi dibagikan kepada klub-klub yang mendaftarkan pemain tersebut dalam kurun dua tahun sebelum turnamen berlangsung.

Aturan itu, berdampak pada sejumlah pemain seperti Granit Xhaka, Noah Sadiki, dan Omar Alderete. Mereka sebelumnya membela klub lain saat menjalani fase kualifikasi.

Meski nilainya tidak sebesar pendapatan dari hak siar Liga Primer Inggris, pemasukan ini tetap memberikan keuntungan bagi Sunderland. Tambahan dana tersebut, dapat dimanfaatkan klub untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus mendukung aktivitas menjelang musim kompetisi baru.

Setelah agenda internasional berakhir, para pemain Sunderland akan kembali ke pusat latihan secara bertahap. Pemain yang lebih dahulu tersingkir dijadwalkan mengikuti tur pramusim di Amerika Serikat.

Sedangkan, Granit Xhaka dan Chemsdine Talbi akan memperoleh waktu istirahat tambahan. Tepatnya, sebelum bergabung pada laga uji coba terakhir bulan Agustus 2026.(*)

Hide Ads Show Ads